Kisah PatienceMan Ini Luar Biasa, Mengidap Sakit Keras Tapi Tak Mudah Mengeluh

patienceman

Kemarin, istrinya salah seorang guru saya, wafat.¬†Inna liLlahi wa inna ilaihi rajiun…

Saya dapat sedikit informasi terkait istri beliau tersebut. Kesimpulan saya, beliau dan sang suami termasuk orang yang keren. Saya kagum. Meski memang saya tidak tahu banyak terkait diri beliau.

Palingan yah itu, saya hanya dapat sedikit informasi saja. Tapi dari informasi yang sedikit ini, kita bisa dapat pelajaran yang amat-sangat berharga.

Beliau wafatnya sekitar pagi menjelang siang. Padahal, menurut orang-orang di sekitarnya, beliau masih melakukan aktivitas seperti biasa saja pada pagi harinya dan hari-hari sebelumnya. Sekilas, tidak terlihat seperti sakit keras.

Namun ternyata, beliau mengidap kanker getah bening.

Normalnya kebanyakan orang merasakan penyakit tersebut memang mengerikan.

Nah, namun, di sinilah hebatnya beliau. Di depan orang-orang, beliau tidak kelihatan seperti orang yang menderita. Beliau tidak banyak mengeluh. Tidak membuat hal tersebut menjadi berhenti melakukan aktivitas baik dan produktif semisal mengkaji Islam, beramal shalih, dan berdakwah.

Begitu pula suaminya beliau, yakni salah seorang guru saya tersebut. Beliau tidak serta-merta mudah meninggalkan aktivitas produktif lainnya dengan alasan sibuk mengurusi sang istri.

Iya, mereka yang seperti itulah yang keren. PatienceMan.

Sementara mungkin kita justru sebaliknya:

  • Ada problem sedikit, mengeluh.
  • Ada galau sedikit, bukannya berfikir cari solusi, malah update status.
  • Ada sakit sedikit, sudah berhenti dari aktivitas produktif.

Jangan lihat kiri-kanan. Lihat diri kita sendiri saja dulu.

Diri saya sendiri pun begitu. Bukan dulu, tapi barusan. Ada problem dan galau sedikit, sudah mengeluh. Cemen banget…

Sepertinya Allah ingin mengingatkan saya dari kejadian tersebut. Agar jangan lemah. Harus kuat. Jangan mudah mengeluh karena sedikit masalah. Jangan mudah meninggalkan produktivitas hanya karena sedikit halangan dan kegalauan.

Padahal beliau masalahnya bukan masalah spele sebenarnya. Kalau beliau yang sebenarnya bukan masalah spele aja bisa kuat dan tabah, masak masalah kita yang tidak sebegitu besar, kita sudah merasa lemah dan banyak alasan?

Begitu kurang-lebih pelajaran yang saya ambil.