TERSERAHMU Mau Ngapain Aja! Mau Salto Silahkan, Mau Guling-Guling di Aspal Silahkan, Mau Macem-Macem Silahkan! Asal Ada 2 Hal Ini

TERSERAHMU Mau Ngapain Aja! Mau Salto Silahkan, Mau Guling-Guling di Aspal Silahkan, Mau Macem-Macem Silahkan! Asal Ada 2 Hal Ini

Sebenarnya saya bukan penganut paham relativisme, yang menganggap bahwa kebenaran itu tidak ada, kebenaran itu nisbi, semua serba relatif.

Tentu saja, kebenaran itu ada pada Islam.

Namun, kadang… untuk sementara waktu.. Saya itu suka ‘pause’ dulu bicara benar dan salah, ketika berdiskusi dengan sebagian orang.

Sebagai alternatifnya, saya akan minta 2 hal saja:

  1. Siap bertanggungjawab atas apapun yang ia pilih dan lakukan.
  2. Sudah paham konsekuensi dan berbagai kemungkinan yang akan terjadi, atas apapun yang ia pilih dan lakukan.

2 hal ini saya minta tolong.

Kalau pun saya nggak minta tolong, tetap saja 2 hal tersebut tidak bisa dihindari.

Mungkin pembahasan benar atau salah bisa dihindari, tapi pembahasan konsekuensi itu nggak mungkin bisa dihindari.

Tidak mungkin kita bisa menghindari:

  • Konsekuensi bila berhutang dengan bunga untuk menaikkan gaya hidup.
  • Konsekuensi bila berpacaran.
  • Konsekuensi bila tidak pakai helm di jalan.
  • Dan lain-lain.

Nah, yang nggak enak-nya itu… sekaligus lucunya.. Orang-orang yang keras kepala seperti itu, di kemudian hari mengalami yang namanya PENYESALAN.

“Menyesal”, ini yang lucu.

Apalagi hal yang sangat ia sesali itu di masa kini, adalah hal yang sangat ia keras kepada memilih dan menjaganya di masa lalu.

Kalau seperti itu, barangkali karena 2 hal yang tadi itu tidak ada. Yakni, tanggung jawab dan kesiapan penerimaan konsekuensi.